Kader Wahdah Islamiyah Raih Penghargaan Satpam Terbaik di HUT Bhayangkara ke-80 Bulukumba

Bulukumba – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi catatan prestasi membanggakan bagi keluarga besar Wahdah Islamiyah. Di tengah semarak menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah yang akan digelar di Jakarta, salah seorang kader terbaik di Kabupaten Bulukumba, Muhammad Arzi, berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba.

Upacara peringatan yang berlangsung khidmat di Kabupaten Bulukumba ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Bulukumba, Dandim 1411/Bulukumba, Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, serta Kapolres Bulukumba beserta seluruh jajaran pejabat utama Polres.

Penghargaan ini tidak datang begitu saja. Satuan Binmas Polres Bulukumba sebelumnya melakukan penilaian objektif dengan mengunjungi langsung berbagai kantor instansi di wilayah hukum Polres Bulukumba. Dari hasil pemantauan lapangan tersebut, tim penilai menyaring satuan pengamanan (Satpam) yang memiliki kinerja, kedisiplinan, dan penampilan terbaik.

Muhammad Arzi, yang telah mengabdi selama 10 tahun sebagai Satuan Pengamanan di Kantor PLN UP3 Bulukumba, dinilai memenuhi seluruh kriteria utama tersebut. Tim Binmas menetapkannya sebagai yang terbaik berdasarkan aspek utama berupa penampilan yang rapi, performa kerja yang prima, serta indikator nilai positif lainnya selama bertugas.

Saat namanya dipanggil untuk menerima penghargaan di hadapan para pejabat daerah, Muhammad Arzi mengaku diselimuti rasa haru dan bangga. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari doa dan keberkahan orang tua.

"Penghargaan ini sangat penting dan berharga bagi saya, khususnya sebagai kader Wahdah Islamiyah. Prestasi ini tentu tidak lepas dari doa-doa orang tua tercinta," ungkap Arzi dengan penuh rasa syukur.

Menariknya, Arzi mengungkapkan bahwa rahasia utama di balik konsistensi dan profesionalismenya selama menjalankan tugas adalah bekal pembinaan Islam yang diterimanya di organisasi.

"Nilai-nilai tarbiyah yang saya dapatkan di Wahdah Islamiyah sangat membantu dalam pekerjaan. Tarbiyah menjadi tolak ukur saya dalam bersikap ramah, berkata sopan kepada pelanggan, menjaga penampilan, serta berikhtiar memberikan contoh yang baik bagi rekan-rekan kerja," tambahnya.

Selama 10 tahun bertugas, tantangan berat seperti menghadapi komplain pelanggan saat terjadi gangguan listrik berhasil ia hadapi dengan kepala dingin dan komunikasi yang santun—sebuah cerminan akhlak seorang kader.

Prestasi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan sinergis dan tali silaturahmi antara ormas Wahdah Islamiyah dengan kepolisian, khususnya di wilayah Bulukumba. Di samping itu, capaian ini menjadi kado indah dan motivasi bagi seluruh kader di seluruh Indonesia yang tengah bersiap menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta.

Sebagai penutup, Muhammad Arzi memberikan pesan pembakar semangat bagi seluruh rekan sejawatnya.

"Amanah bagi teman-teman kader Wahdah, apa pun profesi kita, tetaplah semangat dan selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan. Jadikan profesi kita sebagai ladang dakwah dan berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat," pungkasnya optimis.

Medikom Wahdah Islamiyah Bulukumba