BULUKUMBA, Sinjai.Wahdah.Or.Id — Sebanyak 547 kader Wahdah Islamiyah Kabupaten Sinjai turut menghadiri Tabligh Akbar Nasional dan Silaturahmi Syawal 1447 H yang digelar oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026).
Kehadiran ratusan kader ini menjadi bagian dari gelombang besar umat Islam yang memadati lokasi kegiatan dalam rangka mempererat ukhuwah sekaligus meneguhkan kepedulian terhadap kondisi umat, khususnya Masjidil Aqsa.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, yang dalam tausiyahnya mengajak umat Islam untuk tidak sekadar diam melihat penderitaan yang dialami kaum muslimin, terutama di Palestina.
Rombongan Wahdah Islamiyah Sinjai terdiri dari 443 kader perempuan dan 104 kader laki-laki. Mereka diberangkatkan menggunakan 5 unit bus, serta didukung puluhan mobil pribadi dan puluhan unit sepeda motor yang turut memadati area kegiatan.
Partisipasi ini tidak hanya menjadi bentuk kehadiran fisik dalam kegiatan nasional, tetapi juga wujud komitmen kader dalam menyambut seruan ulama untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap isu umat.
Sebagai penanggung jawab rombongan, Ustaz Fadli Aiman, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keikutsertaan ratusan kader ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif di tengah umat.
“Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan di antara kader,” ujarnya.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa persoalan umat adalah tanggung jawab bersama. Minimal kita hadir, mendengar, lalu membawa semangat itu kembali ke daerah untuk diwujudkan dalam amal nyata,” tambahnya.
Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi pasca-Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, sekaligus penguatan ruhiyah bagi para kader.
Dengan antusiasme yang tinggi, kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat persatuan dan kepedulian umat Islam tetap terjaga. Harapannya, nilai-nilai yang didapatkan dalam kegiatan ini dapat terus dihidupkan dalam aktivitas dakwah dan kehidupan sehari-hari.

Radio Wahdah